Kita udah sering mendengar kata rapat, bahkan kita cenderung bangga kalau kita di undang atau menghadiri rapat,,,,yang notabenya hanya orang-orang pilihan saja yang di undang rapat. seperti di tivi-tivi setiap rapat anggota DPR pasti disujukan makanan dan segala jenis kemewahan, fasilitasi kasur yang empuk <buat tidur waktu rapat>, free wifi dengan kecepatan tinggi <untuk sekedar berselancar dan melihat situs2 terkenal, pamer gadget….. siapa coba yang g mau…orang gila aja mau..
tapi laen ladang laen ilalang, kalau rapat di organisasi…..banyak orang yang ogak, buat apa sih capek2 ikut rapat, g ada makananya, g ada minumanya, ga ada tempat yang empuk, g ada AC….ah ogak…ūüôā

Ethz tapi dibalik itu semua ada hal yang bisa kita ambil hikmah, dengan mengikuti rapat….nah sebelum anda menyesal ikut rapat dan mengucapkan “Rapat lagi Rapat lagi!!!!!!!!!!!!” ada baiknya kita baca materi yang telah saya sampekan pada pertemuan lanjutan organisasi pemuda yang ada di daerah Ganden, Gresik.
cekidot………………………….
Rapat (conference atau meeting) merupa akan bentuk komunikasi yang dihadiri oleh beberapa orang untuk membicarakan dan memecahkan permasalahan tertentu, dimana melalui rapat berbagai permasalahan dapat dipecahkan dan berbagai kebijaksanaan organisasi dapat dirumuskan.

Walaupun rapat itu penting tapi ada aja yang bilang,‚ÄĚApa sih, gunanya rapat?‚ÄĚ
‚ÄúRapat Lagi Rapat Lagi!!!!!!‚ÄĚ

Penyebab keluarnya kata-kata‚Äúdiatas‚ÄĚ antara lain:
1.    Para anggota organisasi terlalu sering diminta mengikuti rapat tanpa dipertimbangkan, siapa yang sebenarnya dan seharusnya terlibat dalam rapat.
2.    Rapat hanya dijadikan alat  pembenaran ide atau kehendak pimpinan.
3.    Hasil rapat tidak pernah ditindak-lanjuti atau hanya berhenti pada tataran ide saja, tanpa pernah diusahakan untuk direalisasikan.

Beberapa macam-macam rapat dilihat dari segi peninjauannya:
1.    Menurut macamnya rapat,yaitu:
a)    Rapat penjelasan
b)    Rapat pemecahan masalah
c)    Rapat perundingan
2.   Menurut sifatnya, rapat dibedakan menjadi:
a.    Rapat formal
b.    Rapat informal
3.   Menurut jangka waktunya, dapat dibedakan menjadi:
a.    Rapat mingguan
b.    Rapat bulanan
c.    Rapat tahunan

Tujuan Rapat
Beberapa tujuan diadakannya rapat, yaitu :
1. Untuk memecahkan atau mencari jalan keluar suatu masalah.
2. Untuk menyampaikan informasi, perintah, pernyataan.
3. Sebagai alat koordinasi antar intern atau antar ekstern.
4. Agar peserta rapat dapat ikut berpartisipasi kepada masalah-masalah yang sedang terjadi.
5. Mempersiapkan suatu acara atau kegiatan.
6. Menampung semua permasalahan dari arus bawah ( para peserta rapat ).
7. Dan lain-lain.

Syarat-Syarat Rapat
Suatu pertemuan dapat disebut sebagai sebuah rapat apabila memenuhi kriteria berikut :
a.    Membicarakan suatu masalah yang berkaitan dengan tujuan organisasi yang harus dirundingkan/didiskusikan secara bermusyawarah.
b.    Akanya rasa saling tenggang rasa dan tepo sliro antar peserta rapat
c.    Pada saat rapat seluruh peserta harus berperan aktif.
d.    Setiap pembicaraan ketika rapat berlangsung harus bersifat terbuka ( tidak ada yang disembunyikan serta prasangka )
e.    Adanya unsur-unsur rapat seperti pimpinan, notulen, moderator, peserta rapat, masalah yang dibahas

Tata Tertib Rapat
Agar rapat berjalan dengan tertib harus menenuhi memenuhi kriteria berikut:
1.    Tepat waktu dalam memulai rapat.
2.    Agenda rapat dirumuskan atau disusun dengan baik sehingga peserta rapat dapat mengetahui susunan acara rapat.
3.    Setiap peserta saling menghargai pendapat yang dikemukakan peserta lain.
4.    Adanya partisipasi dari peserta rapat.
5.    Bersifat terbuka, artinya bersedia menerima kritik dan saran dari peserta lain tanpa emosi. Dengan tidak melihat siapa yang berbicara, tapi setiap peserta mau mendengar pendapat orang lain.
6.    Tidak ada peserta yang terlalu dominan selama pertemuan.
7.    Perdebatan bisa terjadi tanpa harus menjatuhkan peserta lain atau emosi, namun saling melemparkan argumen yang kuat tanpa menindas yang lainnya.
8.    Setiap argumen atau pertanyaan yang diajukan disampaikan secara singkat, jelas dan lugas.
9.    Pemimpin rapat dapat membimbing acara sampai pada akhir rapat walaupun terjadi perdebatan atau pro-kontra pendapat. Jadi pemimpin rapat harus dapat mengendalikan rapat sehingga masalah dapat dipecahkan untuk mengambil kesimpulan.
10.    Selalu ada kesimpulan yang diambil berdasarkan argumen-argumen yang disetujui bersama.